๐Ÿ“… Rabu, 14 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Ripple Gandeng Sekuritas Pertama di Korea Selatan - Uji Kustodi Pasar Modal Tanpa Kewajiban Pakai XRP

Ripple Gandeng Sekuritas Pertama di Korea Selatan - Uji Kustodi Pasar Modal Tanpa Kewajiban Pakai XRP

Ripple resmi menandatangani kesepakatan kemitraan dengan Meritz Securities asal Korea Selatan pada 14 Oktober 2026 untuk mengeksplorasi kustodi kripto institusional dan tokenisasi aset. Kesepakatan ini menjadi kemitraan institusional keempat bagi Ripple di Korea Selatan sepanjang 2026, sekaligus yang pertama dijalin bersama perusahaan sekuritas setelah sebelumnya bermitra dengan sektor perbankan dan asuransi.

Langkah ini bukan sekadar penambahan daftar mitra, melainkan persiapan teknis Meritz sebelum menawarkan instrumen aset digital langsung ke pasar modal.

Arah Baru Menuju ETF Spot dan Stablecoin Won

Meritz Securities mengevaluasi infrastruktur Ripple Custody untuk tiga fungsi operasional utama: penyimpanan, transfer, dan penyelesaian (settlement) aset digital. Evaluasi sistem ini disiapkan untuk mendukung operasional pasar modal yang membutuhkan standar keamanan dan kepatuhan tinggi.

Pengujian teknologi menjadi persiapan Meritz memperluas portofolio layanannya ke ranah aset digital. Perusahaan sekuritas itu bersiap merambah ETF kripto spot, produk investasi fraksional, security tokens (STO), serta penyediaan platform perdagangan aset digital mandiri.

Selain instrumen investasi, Meritz juga mempertimbangkan potensi stablecoin berdenominasi won Korea. Namun hingga kesepakatan ditandatangani, belum ada rencana penerbitan resmi yang dikonfirmasi oleh manajemen.

Byungha Kang, Managing Director Unit Perencanaan Strategis Meritz Securities, menjelaskan bahwa kolaborasi ini memadukan keahlian pasar sekuritas Meritz dengan teknologi finansial Ripple. Penerapannya akan dijalankan bertahap mengikuti perkembangan kerangka regulasi di Korea Selatan.

Kenapa Ripple Custody Tak Mewajibkan XRP

Di balik integrasi teknis ini, Ripple Custody beroperasi dengan arsitektur multi-blockchain yang fleksibel. Infrastruktur ini tidak mengikat komitmen Meritz untuk menggunakan aset XRP, stablecoin RLUSD, maupun jaringan XRP Ledger (XRPL) dalam memproses transaksi sekuritasnya.

Fiona Murray, Managing Director Ripple Asia-Pasifik, mengungkapkan bahwa teknologi Ripple saat ini mencakup solusi pembayaran, kustodi, hingga tokenisasi. Ripple tercatat telah beroperasi di lebih dari 60 pasar dan mengantongi lebih dari 85 lisensi regulasi global.

Kapabilitas kustodi Ripple sendiri telah diperkuat sejak awal tahun. Pada Februari 2026, Ripple mengintegrasikan teknologi manajemen kunci Securosys dan menyematkan layanan staking institusional Figment untuk memperluas daya tampung sistem.

Binance Tutup Permanen Layanan Mining Pool 10 November - Exchange Utama Tetap Berjalan Normal๐Ÿ“Œ Baca JugaBinance Tutup Permanen Layanan Mining Pool 10 November - Exchange Utama Tetap Berjalan Normal

Jadwal Rilis yang Masih Tertahan Regulasi

Hingga saat ini, kedua pihak belum mengumumkan tanggal peluncuran komersial maupun nilai finansial dari kesepakatan kerja sama ini. Meritz masih berfokus menuntaskan uji kelayakan infrastruktur sebelum merilis produk ke publik.

Bagi pelaku industri keuangan di Korea Selatan, langkah Meritz memberi sinyal jelas: perusahaan sekuritas memilih merapikan brankas teknisnya terlebih dahulu sebelum aturan resmi produk kripto disahkan.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula

Baca juga: Binance Tutup Permanen Layanan Mining Pool 10 November - Exchange Utama Tetap Berjalan Normal


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share