๐Ÿ“… Rabu, 14 Oktober 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID EN
Kuasai 80% Likuiditas Peso dan 18 Juta Akun, Coins.ph Terancam Kehilangan Izin Akibat Aliran Dana Judi

Kuasai 80% Likuiditas Peso dan 18 Juta Akun, Coins.ph Terancam Kehilangan Izin Akibat Aliran Dana Judi

Bursa kripto terbesar Filipina, Coins.ph, menghadapi tindakan punitif dari Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP) berupa potensi pencabutan izin operasional. Platform dengan 18 juta pelanggan dan volume trading spot harian sekitar $50 juta ini tersandung dugaan pelanggaran kepatuhan.

Yang dipertaruhkan bukan sekadar izin usaha bursa, melainkan jalur utama perputaran aset digital di seluruh Filipina.

Bagaimana Aliran Dana Judi Masuk

Masalah bermula saat BSP melarang total akses ke situs judi melalui aplikasi dompet elektronik (e-wallet) pada awal 2025. Larangan itu memicu perpindahan massal para operator judi offshore ke platform aset kripto.

Para pelaku judi memanfaatkan Coins.ph sebagai pintu masuk untuk membeli kripto serta stablecoin. Dari sana, token digital dipakai membayar mitra kerja mereka di luar negeri guna menghindari blokir sistem pembayaran konvensional.

Regulator merespons praktik itu pada awal Oktober 2026. BSP memberlakukan pembatasan deposit ke Coins.ph melalui dompet utamanya, DCPay Philippines. Langkah ini berbeda dari penangguhan sementara biasa karena bank sentral tidak menyertakan batas waktu berakhirnya sanksi.

Eksodus Pejabat Kepatuhan dan Jejak Kepemilikan

Tekanan dari bank sentral beriringan dengan keluarnya figur-figur penting dari divisi pengawasan Coins.ph. Chief Compliance Officer Lexi Herrera, Kepala Pemantauan Anti-Pencucian Uang (AML) Chris Beaรฑo, dan petugas pelaporan pencucian uang Irish Calagui memutuskan mundur dari perusahaan.

Rentetan pengunduran diri ini mengguncang bursa yang sudah beroperasi selama 12 tahun di Filipina. Platform ini sempat berpindah tangan saat diakuisisi perusahaan teknologi Indonesia, Gojek, senilai $95 juta pada Januari 2019. Gojek kemudian melepas Coins.ph ke Wei Zhou, mantan Chief Financial Officer bursa global Binance.

Taruhan Remitansi $43 Miliar

Filipina saat ini berstatus negara penerima remitansi terbesar keempat di dunia, dengan lebih dari 10,8 juta warganya mencari nafkah di luar negeri. Arus kiriman uang para pekerja migran ini mencapai total sekitar $43 miliar per tahun.

Pengadilan London Pakai Hukum Tiongkok untuk 61.000 Bitcoin Sitaan - 128.000 Korban Terancam Gagal Miliki Koin Langsung๐Ÿ“Œ Baca JugaPengadilan London Pakai Hukum Tiongkok untuk 61.000 Bitcoin Sitaan - 128.000 Korban Terancam Gagal Miliki Koin Langsung

Peran Coins.ph tergolong sentral dalam rantai remitansi modern: bursa ini menguasai sekitar 75% hingga 80% likuiditas peso-ke-stablecoin di pasar domestik. Kehilangan entitas sebesar ini membuat seorang sumber internal menilai dampaknya bakal terasa seperti “gempa bumi” bagi ekosistem kripto Filipina.

Pihak Coins.ph maupun BSP tidak memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi CoinDesk hingga tenggat publikasi. Bagi jutaan pekerja migran dan nasabah lokal yang mengandalkan jalur penukaran peso harian, pembatasan tanpa tenggat waktu ini mengaburkan kepastian akses dana mereka ke depan.

Dilansir dari CoinDesk.

Baca juga: Rusia Turunkan Penambang Kripto ke Listrik Kategori 4 - Otoritas Bisa Putus Aliran Tanpa Peringatan


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share