Voting rancangan undang-undang CLARITY Act resmi tertunda hingga September. Senate Majority Leader John Thune mengonfirmasi penundaan ini menjelang masa reses Senat yang dimulai Jumat. Mengutip Thune, kubu Demokrat bersikeras menolak pemungutan suara sebelum masa libur.
Keputusan ini memperpanjang ketidakpastian industri di Amerika Serikat. Thune berjanji CLARITY Act akan menjadi prioritas pertama saat Senat kembali bersidang pada pertengahan September. Namun, kalender mereka kian sempit. Senat hanya menyisakan waktu beberapa minggu sebelum kampanye midterm menyita seluruh perhatian politik Washington. Merespons lambatnya proses ini, Galaxy Research telah memangkas peluang lolosnya rancangan ini tahun ini menjadi 50 banding 50 sejak Juni lalu.
Uang Kripto Trump Jadi Sandungan
Jalan mengumpulkan 60 suara untuk menembus filibuster masih terjal. Pada pemungutan suara tingkat Banking Committee Mei lalu yang berakhir 15 banding 9, hanya dua senator Demokrat yang berpihak, yaitu Ruben Gallego dan Angela Alsobrooks. Untuk menang di lantai Senat, kubu pendukung butuh tambahan sekitar enam suara Demokrat.
Negosiasi mandek di tiga isu utama: aturan imbal hasil stablecoin, perlindungan anti-pencucian uang, dan provisi etika menyangkut kepemilikan aset kripto Donald Trump. Trump sebelumnya melaporkan pendapatan $1,4 miliar dari aset kripto dan memecoin pada 2025, serta memegang 38% saham di proyek World Liberty Financial.
Kubu Republik mencoba meretas jalan buntu lewat Addendum Tillis-Gallego. Aturan ini mewajibkan Trump mendivestasikan kriptonya, tapi memberinya kelonggaran menunda pajak capital gains. Penundaan ini berpotensi menghemat pembayaran pajak hingga jutaan dolar, sebuah konsesi yang memperumit kesepakatan.
Keuntungan Waktu Bagi Pesaing Asia
Kebuntuan di Kongres langsung dinilai membuka celah bagi kompetitor global. CEO First Digital Vincent Chok melihat penundaan ini memberi keunggulan kompetitif bagi hub keuangan Asia, khususnya Hong Kong dan Singapura, untuk menarik investasi.
📌 Baca JugaSyarat Divestasi Kripto CLARITY Act Bocor - Aturan Etika Ini Berpotensi Hemat Pajak Trump Jutaan Dolar
Di ranah domestik, pelaku usaha merespons negatif. Strategis Wellington-Altus, James Thorne, menyebut penundaan ini murni sebagai kemenangan Senator Warren atas status quo regulasi. 1inch Deputy General Counsel Maylea Ma menambahkan, tanpa CLARITY Act, industri kripto akan kembali berhadapan dengan regulasi lewat jalur penegakan hukum sepihak.
Risikonya nyata di depan mata. CEO Crypto Council for Innovation Ji Hun Kim menegaskan bahwa setiap hari tanpa kerangka regulasi hanya mendorong pengguna dan pembangun ekosistem hengkang ke luar negeri.
Bila legislasi gagal menembus Kongres, opsi terakhir justru ditakuti pasar. Ketua SEC Paul Atkins menyatakan siap merumuskan aturan kripto sendiri - skenario yang tidak disukai industri karena kekuasaan terpusat di satu badan. Pilihan pelaku pasar AS kini bertambah sempit: bersabar menunggu Senat pulang dari libur musim panas, atau mengemasi koper ke yurisdiksi lain.
Dilansir dari Decrypt.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




