Sejak Uniswap mulai membakar token UNI dari biaya transaksi pool-nya, jumlah yang dimusnahkan sempat mencetak rekor: 186.000 UNI dalam satu hari saja bulan lalu, jauh di atas rata-rata harian sebelumnya. Sekarang, DAO Uniswap ingin memperluas mekanisme itu ke wilayah yang belum pernah disentuh - pool-pool di versi terbaru protokol, Uniswap v4.
Proposal ini masuk masa voting snapshot sejak 7 Juli 2026 selama lima hari, dijadwalkan ditutup 12 Juli, sebelum berlanjut ke voting on-chain yang mengikat pada minggu setelahnya.
Bagaimana Mesin Pembakaran Token Ini Bekerja
Skema token burn Uniswap berjalan lewat dua kontrak baru: V4FeePolicy yang menentukan besaran biaya untuk tiap pool berdasarkan aturan governance, dan V4FeeAdapter yang memastikan kepatuhan sekaligus menyalurkan biaya ke TokenJar. Setiap kali trader membayar biaya transaksi, “searcher” akan membakar UNI dalam jumlah setara ke alamat mati 0xdead, mengurangi total suplai token yang beredar - secara teori mendorong nilainya naik. Besaran biayanya bervariasi: 3 basis poin di jaringan Base, 10 basis poin di jaringan lain, sampai 250 basis poin khusus untuk pool lewat aggregator hook.
Bukan Semua Pihak Setuju
Di balik optimisme soal harga UNI, ada suara keras yang menolak. Peneliti Guillaume Lambert memperingatkan skema ini pada dasarnya membebankan pajak tambahan ke penyedia likuiditas (liquidity provider) - pihak yang justru menjadi tulang punggung setiap pool bisa berfungsi. Kalau biaya tambahan itu membuat penyedia likuiditas menarik dana dan pindah ke platform lain, menurutnya risikonya bukan cuma menurunkan efisiensi, tapi bisa “membunuh” protokol itu sendiri secara perlahan.
📌 Baca JugaGondor Buka Kredit Berbasis Portofolio Penuh untuk Trader Polymarket - Setelah 7 Bulan Uji Diam-Diam
Perdebatan ini pada dasarnya menyentuh pertanyaan klasik di dunia token: siapa yang seharusnya diuntungkan lebih dulu, pemegang token atau penyedia modal yang membuat protokol itu benar-benar berfungsi? Uniswap sejauh ini memilih memihak pemegang token lewat mekanisme burn, dengan taruhan bahwa likuiditas yang hilang bisa digantikan oleh insentif lain. Hasil voting minggu depan akan jadi indikator apakah komunitas DAO sepakat dengan taruhan itu, atau justru mendengarkan peringatan soal risikonya bagi para penyedia likuiditas yang selama ini menjaga pool tetap likuid.
Dilansir dari Cryptopolitan.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




