Pasar saham ter-tokenisasi mencatat kapitalisasi $3,8 miliar menurut laporan riset DWF Labs bertajuk The Bright Side: Tokenized Equities. Pertumbuhan nilai pasar itu terdorong oleh lonjakan volume perdagangan spot di bursa terdesentralisasi (DEX) yang melompat 55 kali lipat sepanjang 2026, dari $45,8 juta pada pekan 5 Januari menjadi $2,54 miliar pada pekan 5 Oktober.
Puncak volume mingguan tercipta pada pekan 31 Agustus 2026 saat transaksi menembus $7,26 miliar, dengan Robinhood Chain menyumbang porsi dominan sebesar $5,36 miliar atau 74%.
Aktivitas transaksi juga kian rapat: rasio perputaran transfer mingguan terhadap nilai pasar naik dari 0,64 kali pada awal tahun menjadi 4,6 kali pada awal Oktober 2026. Pada periode yang sama, perdagangan spot DEX menyumbang 14,5% dari total transfer on-chain, naik dari 10,9% pada bulan Januari.
Fenomena ini memperlihatkan kontras yang jelas: kelas aset dengan pasokan paling mini justru menjadi instrumen yang paling aktif diperdagangkan.
Mengapa Pasokan Mini Mendominasi 93% Perdagangan RWA
Riset terpisah Dune Analytics mengungkapkan bahwa ekuitas ter-tokenisasi menguasai 93% dari seluruh volume perdagangan spot aset riil (RWA) pada Agustus 2026. Dominasi volume itu terjadi meski pasokan saham digital merupakan yang paling mini di antara empat kelas aset utama senilai total $33,9 miliar.
Di balik tingginya perputaran pasar, struktur penerbit masih terpusat pada segelintir pemain. Tiga penerbit teratas menguasai 75% pasar saham ter-tokenisasi, disusul Securitize di peringkat berikutnya dengan nilai kelolaan $290 juta atau 8%.
Perpindahan Likuiditas dari Ethereum dan Solana
Peta blockchain mencatat pergeseran besar dalam distribusi aset. BNB Chain kini menguasai 32% kapitalisasi ekuitas ter-tokenisasi setelah naik dari 9% di awal tahun, menggeser dominasi Ethereum yang anjlok dari 50% ke 22%, sementara Avalanche mengamankan 9%.
Pangsa volume trading DEX turut terdistribusi ulang ke berbagai jaringan. Solana yang menguasai 99,8% volume spot DEX pada Januari kini tersisa 31%, diikuti oleh Robinhood Chain sebesar 26%, BNB Chain 25%, dan Base 18%.
Sekitar 8% kapitalisasi saham ter-tokenisasi kini aktif dideploy ke ekosistem DeFi. Pasar peminjaman Kamino, Jupiter Lend, dan Frankencoin menampung $51,3 juta, sementara pool likuiditas di Uniswap V4, Raydium, dan Aerodrome menghimpun $77,9 juta.
๐ Baca JugaModal $12 Juta Machi Big Brother Ludes Jadi $21 Ribu - Likuidasi Kripto Tembus Rp7,6 Triliun
Volatilitas yang Lebih Tinggi dari Bursa Asal
Kecepatan perputaran dana di bursa terdesentralisasi membawa konsekuensi risiko tersendiri. Laporan Stabilitas Keuangan Global IMF menemukan bahwa volatilitas saham ter-tokenisasi 1,5 kali lebih tinggi dibandingkan saham konvensional di pasar tradisional, dengan DEX mencatat fluktuasi tertinggi.
Bagi pelaku pasar kripto, perdagangan saham digital di DEX memang membuka kemudahan keluar-masuk posisi tanpa batas jam kerja bursa. Namun dengan fluktuasi yang melampaui pasar aslinya dan struktur penerbit yang terkonsentrasi pada tiga nama, risiko likuiditas tetap menjadi faktor penentu yang harus diperhitungkan.
Dilansir dari crypto.news.
Baca juga: Cara Membaca Candlestick untuk Pemula
Baca juga: Taruhan Leverage $803 Juta Terhapus dalam Sehari - Likuidasi Token SanDisk Lampaui XRP
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




