Sebuah dompet kripto tua baru saja bangun dari tidur panjangnya. Wallet berkode 0x45BB mentransfer seluruh isinya sebanyak 2.000 ETH pada Selasa 21 Juli 2026. Dompet ini berstatus sebagai salah satu partisipan Initial Coin Offering (ICO) Ethereum pada tahun 2014 silam. Saat transaksi lintas dompet ini dieksekusi, harga keping ETH berada di rentang $1.895 hingga $1.905, membuat total aset yang dipindahkan memiliki nilai pasar sekitar $3,79 juta.
Angka jutaan dolar ini berawal dari modal yang nyaris tidak mencolok. Selama masa penawaran awal Ethereum yang berlangsung antara bulan Juli sampai Agustus 2014, harga ETH ditawarkan hanya $0,31 per keping. Pemilik wallet 0x45BB kala itu mengeluarkan modal investasi sebesar $620 untuk mengantongi 2.000 ETH. Keputusan membiarkan dompet ini terkunci tanpa aktivitas apa pun selama 11 tahun membuahkan hasil. Uang setara harga satu unit gawai harian itu kini menumbuhkan imbal hasil atau return 6.113 kali lipat dari nilai awalnya.
Memindah Aset, Bukan Menjualnya
Bagi pelaku pasar kripto, koin berumur belasan tahun yang tiba-tiba berpindah tangan sering memicu kekhawatiran tentang potensi tekanan jual. Namun, manuver yang terekam kali ini punya pola sedikit berbeda. Wallet 0x45BB memindahkan asetnya ke sebuah alamat dompet baru, bukan mengirimkannya langsung ke bursa pertukaran kripto. Langkah perpindahan seperti ini belum tentu menjadi sinyal jual instan. Para investor awal sering memindahkan saldo mereka semata-mata untuk mengatur ulang protokol keamanan seiring tersedianya opsi dompet mandiri yang lebih baik saat ini.
Apa yang Dilakukan Whale Lainnya
Bergeraknya dompet sisa ICO ini terjadi di tengah lalu lintas transaksi pemain besar (whale) Ethereum yang ikut sibuk. Beberapa pemilik dana jumbo terekam mengambil manuver searah di waktu yang berdekatan. Wallet dengan awalan 0x4cee memborong ETH senilai $20 juta dari pasar terbuka. Di tempat lain, pengusaha dan figur kripto Arthur Hayes juga dilaporkan membeli ETH dengan nilai sebesar $2,5 juta.
Langkah memindahkan pasokan koin dari pasar terbuka juga dilakukan oleh wallet 0xf23c. Alamat dompet ini terekam menarik keluar 12.800 ETH dari bursa terpusat Binance, untuk kemudian dimasukkan ke dalam protokol staking. Berbeda dengan membiarkan dana siap jual di bursa, menyetor belasan ribu keping ETH ke fungsi staking berarti mengunci aset untuk mengamankan jaringan sekaligus mengutip bunga, memangkas pasokan yang beredar untuk sementara waktu.
📌 Baca JugaBitMine Pangkas Belanja ETH demi Buyback Saham - Tapi Posisi 5,78 Juta Token Tetap Terbesar di Dunia
Gelombang perpindahan uang bernilai besar ini memperlihatkan dinamika berbeda di lapis pergerakan Ethereum. Bagi para pedagang retail yang bergelut menebak arah harga setiap jam, melihat investasi $620 dijaga 11 tahun hingga menembus $3,79 juta adalah pengingat tentang batas kesabaran memegang koin. Sementara pedagang retail sibuk merespons fluktuasi harian, uang lama perlahan-lahan menyusun ulang benteng penyimpanannya di belakang layar.
Dilansir dari @lookonchain di X.
Baca juga: Cara Kerja Staking Kripto dan Risikonya
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




