Lebih dari 138 juta transaksi di jaringan Base milik Coinbase kini dijalankan sepenuhnya oleh agen kecerdasan buatan (AI). Laporan Chainalysis bertajuk ‘Inside North America’s $3 trillion crypto economy: Agentic commerce accelerates’ mencatat aktivitas otonom itu difasilitasi oleh protokol x402 inkubasi Coinbase, memungkinkan software membeli data, komputasi, dan akses model AI menggunakan kripto tanpa campur tangan manusia. Namun yang membedakan arus transaksi ini bukan sekadar volumenya, melainkan nilainya yang kelewat kecil untuk sistem kliring perbankan.
Transaksi Pecahan Sen yang Ditolak Kartu Kredit
Sebagian besar pembayaran x402 bergerak di nominal mikro. Data Chainalysis menunjukkan lebih dari 87% transaksi bernilai antara seperseratus sen ($0,0001) hingga 10 sen ($0,10) - transfer yang mustahil diproses jaringan kartu kredit konvensional karena terbentur batas biaya minimum. Pada Juli 2026, protokol x402 memproses sekitar 75 juta transaksi dengan nilai total $24 juta dalam periode 30 hari.
Dukungan korporasi mulai masuk ke infrastruktur baru ini. Visa, Mastercard, dan Stripe resmi menyokong x402, sementara Coinbase membuka sistem pembayaran dari agen AI bagi pelanggan bisnis. Chief Strategy Officer Cloudflare, Stephanie Cohen, menegaskan stablecoin memiliki karakteristik ideal untuk memfasilitasi transaksi mikro otomatis tanpa gesekan perbankan.
Kenapa Belanja Model Tiongkok Tertinggal dari AS
Asal muasal dompet kripto memperlihatkan pembagian fokus yang kontras antarwilayah. Dompet berbasis Amerika Serikat mendominasi 88,1% dari total pembayaran inferensi model AI, sementara dompet asal Tiongkok hanya menyumbang 0,1%. Kepala Riset Chainalysis, Eric Jardine, menjelaskan ketimpangan itu terjadi karena developer di Tiongkok memanfaatkan model open-weight lokal seperti DeepSeek dan Qwen, sehingga mereka tidak perlu membeli layanan inferensi komersial.
Situasi berbalik pada pengujian keamanan: dompet asal Tiongkok menguasai sekitar 90% pembayaran audit kode dan smart contract, dengan porsi terbesar mengalir ke platform AgentLisa. Developer Asia memusatkan anggaran otomatis mereka untuk memindai kerentanan kode ketimbang menyewa model bahasa komersial.
Waktu Tunggu yang Menyusut ke 18 Menit
Kecepatan eksekusi agen AI juga melonjak tajam dalam hitungan bulan. Pada akhir 2025, rata-rata waktu antara sebuah dompet menerima dana hingga mengeksekusi transaksi x402 pertamanya mencapai 73 hari. Memasuki kuartal ketiga 2026, jeda itu menyusut menjadi hanya 18 menit. Pola pengisian saldo memperkuat ketergantungan ini: sebanyak 89,3% dompet yang didanai pada kuartal kedua 2026 kembali menerima pendanaan tambahan dalam rentang 30 hari, naik dari 70,6% pada kuartal ketiga 2025.
Co-founder dan Chairman Animoca Brands, Yat Siu, memperkirakan hingga 100 miliar agen AI akan bertransaksi di internet dalam beberapa tahun ke depan dengan kripto dan stablecoin sebagai rel utamanya. Jika proyeksi itu terwujud, sirkulasi dana di blockchain tidak lagi digerakkan oleh transaksi manusia, melainkan jutaan bot yang saling membayar komputasi di balik layar.
๐ Baca JugaBNY dan Citadel Securities Tukar Treasury AS di Blockchain - Incar Pasar Repo Triliunan Dolar
Dilansir dari CoinDesk.
Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?
Baca juga: Nasdaq Kucurkan $100 Juta untuk Saham Token - Tapi IMF Temukan Pasar Malamnya 1,5 Kali Lebih Volatil
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




