Otoritas Perbankan Uni Eropa resmi menarik stablecoin terbesar kedua di dunia ke dalam pengawasan langsung mereka. Pada Rabu, 14 Oktober 2026, European Banking Authority (EBA) mengklasifikasikan USDC milik Circle sebagai token e-money signifikan di bawah kerangka regulasi Markets in Crypto Assets (MiCA). Langkah ini mengukuhkan posisi USDC yang kini mengantongi kapitalisasi pasar $73 miliar, berada tepat di belakang Tether (USDT) yang memimpin pasar dengan nilai $184 miliar.
Namun status signifikan ini bukan sekadar pencatatan di atas kertas - aturan baru membebankan lapis pengawasan ketat yang langsung mengikat Circle.
Dua Regulator untuk Satu Koin
Melalui klasifikasi e-money signifikan, EBA kini mengawasi USDC bersama otoritas kehati-hatian perbankan Prancis, Autorite de Controle Prudentiel et de Resolution (ACPR). Kedua lembaga memegang mandat bersama atas operasional cadangan dan tata kelola Circle di kawasan Uni Eropa.
Sejauh ini, regulator baru memberikan klasifikasi signifikan kepada 45 proyek terpilih di seluruh kawasan Uni Eropa. Langkah EBA ini menjawab dorongan kuat para penerbit token berbasis Eropa yang membutuhkan kepastian aturan bagi stablecoin terikat dolar AS.
Kenapa Korporasi Eropa Butuh Dolar
Pelaku industri menyambut langkah regulasi ini karena pasar Eropa membutuhkan likuiditas dolar dalam aktivitas transaksi harian. CEO Stable Mint James Bennett menyatakan bahwa pasar Eropa tidak dapat mengabaikan kebutuhan stablecoin dolar, meski regulator tetap dapat memperketat pengamanan dan aturan bagi para penerbit.
CEO AllUnity Alexander Hoptner menegaskan bahwa bagi korporasi Eropa yang melakukan pembayaran lintas batas di tingkat global, ketersediaan stablecoin euro semata tidak memadai. Transaksi internasional membutuhkan instrumen likuid yang diterima luas oleh mitra dagang luar negeri, peran yang hingga kini dipegang oleh aset terikat dolar.
Euro Digital Baru Hadir 2029
Langkah EBA meresmikan pengawasan stablecoin dolar swasta berlangsung saat Bank Sentral Eropa (ECB) masih melanjutkan eksplorasi euro digital. Mata uang digital resmi terbitan bank sentral itu baru berpotensi meluncur pada 2029 usai melewati uji coba regulasi.
๐ Baca JugaKuasai 80% Likuiditas Peso dan 18 Juta Akun, Coins.ph Terancam Kehilangan Izin Akibat Aliran Dana Judi
Bagi korporasi dan pengguna kripto di Eropa, situasi ini memperlihatkan kenyataan transaksi hari ini: bisnis global tidak bisa menunggu sampai 2029. Selama euro digital masih berupa agenda uji coba, stablecoin dolar swasta yang patuh aturan tetap menjadi instrumen paling realistis di meja perbendaharaan mereka.
Dilansir dari Cointelegraph.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.




