๐Ÿ“… Jumat, 21 Agustus 2026 ยท --:-- WIB Ikuti kami
Ecosystem โ–ผ
ID โ–ผ
CZ Dorong Tokenisasi Semua Aset Sekaligus - Sementara BNB Chain Tembus 776 Ribu Holder RWA

CZ Dorong Tokenisasi Semua Aset Sekaligus - Sementara BNB Chain Tembus 776 Ribu Holder RWA

Pendiri Binance, Changpeng Zhao, melempar usulan terbuka pada 21 Agustus 2026 melalui akun X miliknya: “Let’s tokenize everything.” Pesan pendek ini ditujukan kepada negara dan perusahaan agar menggunakan tokenisasi untuk menarik aliran investasi asing langsung (FDI). Pria yang akrab disapa CZ ini menyarankan agar penerbitan aset dilakukan di semua blockchain sekaligus, bukan terikat pada satu jaringan dominan.

Pernyataan ini muncul ketika ekosistem yang ia bangun menunjukkan angka adopsi nyata. Data dari pelacak RWA.xyz per 19 Agustus 2026 mencatat BNB Chain memiliki 776.428 pemegang aset dunia nyata (RWA). Angka ini naik 368,51% hanya dalam 30 hari sebelumnya. Total nilai aset yang terdistribusi di jaringan ini mencapai $5,8 miliar yang tersebar di 1.284 aset berbeda. Dominasi ini juga terlihat dari porsi BNB Chain yang menguasai 61,7% aset di platform Benji milik Franklin Templeton, senilai sekitar $1,5 miliar saat pencatatan berlangsung.

Risiko Likuiditas dan Respons Infrastruktur

Menyebar satu jenis aset ke berbagai blockchain berbeda membawa risiko. CZ mengakui fragmentasi likuiditas adalah kendala utama dari pendekatan multi-chain ini. Order book di bursa menjadi lebih tipis dan selisih harga jual-beli (spread) melebar untuk setiap versi token dari aset yang sama. Namun, ia bersikeras bahwa peluncuran serentak di banyak jaringan adalah jalan paling cepat untuk membesarkan sektor ini.

Infrastruktur pendukung arah ini sebenarnya mulai terbangun. Proyek seperti Ondo sedang mengembangkan sistem untuk memindahkan saham yang ditokenisasi antar-blockchain. Di tempat lain, produk saham Amerika Serikat versi token juga diperluas ke platform perdagangan Hyperliquid. Dari sisi regulasi, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) lewat pernyataannya bulan Januari lalu menegaskan bahwa saham, obligasi, dan sekuritas tidak kehilangan status hukum aslinya hanya karena direpresentasikan di dalam jaringan kripto.

Batas Antara Investasi Portofolio dan Modal Asing

Meski gagasan tokenisasi menjanjikan akses investasi global, status aliran dananya punya batasan teknis. Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) mendefinisikan FDI sebagai penanaman modal di mana investor asing memiliki setidaknya 10% hak suara. Pembelian token dalam porsi kecil oleh investor ritel kemungkinan besar hanya diklasifikasikan sebagai investasi portofolio, bukan penanaman modal asing langsung seperti yang diserukan.

X Akhiri Program Bagi Hasil Lama - Kini Elon Musk Jajaki Opsi Bayar Kreator Pakai USDC๐Ÿ“Œ Baca JugaX Akhiri Program Bagi Hasil Lama - Kini Elon Musk Jajaki Opsi Bayar Kreator Pakai USDC

Pada akhirnya, publikasi ini murni pandangan industri dari seorang CZ. Ia tidak mengumumkan produk spesifik, rencana aplikasi regulasi, maupun tenggat peluncuran apa pun. Komentar ini adalah pandangan pribadi, bukan inisiatif formal dari pemerintah, Binance, atau BNB Chain. Ide menyebarkan aset di semua jaringan mungkin terdengar rawan pecahan, tapi data institusi menunjukkan pasar bergerak lebih cepat dari keraguan soal likuiditas.

Dilansir dari crypto.news.

Baca juga: Apa Itu DeFi (Decentralized Finance)?


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan edukatif, bukan nasihat keuangan. Aset kripto sangat fluktuatif dan berisiko tinggi. Selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan jangan berinvestasi melebihi kemampuanmu menanggung kerugian.

Gimana reaksimu?
Bagikan artikel ini:
๐Ÿ“ฉ KABAR BITCOIN 1 MENIT

Berita kripto harian, langsung ke inbox

Ringkasan 1 menit untuk kamu yang selalu bergerak. Gratis, kapan saja bisa berhenti.

Total
0
Share